One thing,

Adanya aku yang sendirian adalah cara tuhan untuk menciptakan kau..

Jika aku harus berenang ke sebrang lautan agar ku tahu siapa engkau, kau harus tau betapa aku lemah untuk itu..

Karena terkadang seisi otakku hanya harapan akan engkau..

Lebih baik aku menyelam jika lautan lepas ini seperti hanya rintihku pada tuhan mengiba akan engkau saja, mengeja namamu yang masih samar..

Tapi waktu itu, kau datang dengan bijak..
Tak membiarkanku lelah mencari
Apalagi membiarkanku berenang hingga kelelahan..

Kau kini ada disini, menjadi suamiku

Hingga semua terasa sempurna…

Aku siap menjalani ribuan tahun kedepan
Dengan mencintaimu…

Dan menjadikanku layak untuk kau cintai

Harapku, kita akan menua bersama..

Dan kembali lagi nanti di surga.

Iklan

Pranikah-ship is worst

Throwback,

Kalo aja tau bakal ditakdirkan seperti ini, ga akan ada celah sedikitpun untuk melanggar ketetapanNya. 

Namun begitulah ketika kita mengambil suatu pelajaran yang memang di tujukan untuk benar-benar memperbaiki pribadi kita, terkadang caranya sangat menyakitkan. Tapi setelah melewati waktu yang cukup lama, semua sakit, semua kesalahan, semua penyesalan yang tiada habisnya kini berakhir dengan bahagia. Karena apa? Karena perasaan saling mengikhlaskan. Dan seandainya seseorang di takdirkan menjadi wanita paling merugi karena menikahi pria yang salah, sudah barang tentu sampai tua nanti yang di peroleh hanya penyesalan. 

Sedikit berbagi kepada para sahabat, mari sama-sama berubah menjadi pribadi yang tidak mudah melampaui batasan-batasan Allah. Dahulukan berdoa sebelum mengusahakan sesuatu, dahulukan pencipta sebelum segala yang kau peroleh bak kerupuk yang terendam air

Jauhi zina hati, jauhi hubungan pra nikah, mari lestarikan budaya islami penuh cinta yang suci tunduk penuh pada ilahi dan jangan lupa selalu bersyukur, selalu berdoa padaNya.

Catatan untuk orangtua

Ada 18 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan:

  1.  Cintailah aku sepenuh hatimu.
  2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.
  3.  Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.
  4.  Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.
  5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.
  6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.
  7. Aku butuh di ajak berbicara, sempatkanlah berbincang-bincang denganku sebelum menasihatiku tentang sesuatu
  8. Jika kau ingin aku berprestasi, bersabarlah dalam mendidikku karena aku bukanlah robot yang bisa memahami informasi dengan hanya sekali perintah. Aku butuh bimbinganmu supaya menjadi anak berprestasi
  9. Doakan aku yang baik-baik niscaya para malaikat akan mengaminkannya bagiku juga bagimu
  10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.
  11. Aku haus akan pujian maka pujilah kebaikan yang aku lakukan meskipun terlihat kecil di hadapanmu
  12. Aku si hobby mencurahkan hati. Maka dengarkanlah curahan hatiku meski aku telah berkali-kali menceritakannya padamu karena bagiku, di dengarkan adalah bukti seseorang menghargaiku sehingga secara otomatis di dalam diriku akan timbul jiwa menghargai
  13. Aku adalah Ladang Pahala bagimu maka jangan kau sesali keberadaanku meskipun aku banyak kekurangan. Syukurilah kehadiranku dan Allah akan cukupkan rezekimu.
  14. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orang tua adalah doa bagiku yang mana doa seseorang akan kembali kepada masing-masing juga?
  15.  Jangan melarangku hanya dengan mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.
  16. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.
  17. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganku. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.
  18. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada dikehidupanku dan masa depanku.

Karena aku hanyalah seorang anak, yang kebaikan tumbuh kembangnya adalah keberhasilanmu

Karena aku hanyalah seorang anak, yang dalam segi mental masih terlalu rapuh

Karena aku hanyalah seorang anak, anak yang butuh kepada orangtua. Aku adalah amanah yang Allah titipkan kepadamu

Wahai orangtua…

Note for notice

Waktu itu aku belum dewasa,

Masih mendefinisi setetes dari ribuan kali hujan turun ke bumi hanya sebagai waktu untuk bersenang ria. Setelah waktu berlalu, mulai tampak wajah sendu ketika hujan turun. Yang pasti karena ada banyak hal yang di kenang, di rindukan, juga di harapkan. Tak terbilang banyaknya wajah yang memutar hari-harinya ke masa yang telah lalu menjadikan sebab wajah-wajah sedih terbentuk. Dalam banyak alasan, semua itu mungkin atas dasar kerinduan. Dan ya, segala sesuatu tentu memiliki fungsi dan arti. Hey wajah sendu, kau bisa lafadzhkan doa bukan? Berdoalah selagi hujan masih tampak di matamu. Syukurilah, selagi waktu bersyukurmu masih bebas menjadi hakmu. Sembunyikan doamu, ibaratkan hanya ada kau dan Tuhanmu saja sehingga kau tak perlu lagi menyuarakan seolah orang lain harus mendengarnya. Yang kau butuhkan hanya Dia yang menjawab doamu bukan mereka yang banyak mengabaikanmu. Sama halnya dengan bangkit dari keterjatuhan yang hanya akan terjadi bila kita berusaha untuk bangkit. 

Selamat siang, selamat hari selasa (galawiyyun) friend

Note to myself and other (setelah beberapa kali menemukan tulisan yang benar-benar menampakkan sisi galau nya, kiranya asal usul tulisan ini di buat begitulah kronologinya)

Realisasi cinta

Di tulisanku kali ini selain untuk intermezo dan mengasah kemampuan menulisku, aku akan berbagi opini kepada sahabat pembaca yang budiman tentang ” Replika Cinta ”

Replika itu apa sih? Replika adalah, suatu kata yang menggambarkan tiruan atau meniru sesuatu hingga hampir persis dan mirip dari segala sisi.

  • Bagaimana dengan Replika cinta?

Sejatinya cinta tidak perlu replika.
Hubungan pranikah kah, Friendzone kah, TTM kah, atau julukan apapun yang ada kaitannya dengan hubungan yang -maaf- murahan seperti itu hanya akan menambah saldo dosa kita di akhirat.

Kau cinta, dia cinta maka buktikanlah.

Saat zaman sudah rentan seperti ini, sekiranya ucapan i love you forever, i miss you, i need you atau segala macam gombal yang pernah di ucapkan oleh pelaku-pelaku cinta pranikah sudah pasti sia-sia terucap. Lain halnya jika ucapan-ucapan cinta di layangkan kepada pasangan halal kita. Selain indah, tentu saja menuai pahala.

Akhwati, 

pacaran dan sejenisnya itu hanya menginginkan yang enak-enak saja dari diri kita. Percaya atau tidak percaya, realita pacaran sejak zaman silam hingga sekarang tak lain dan tak bukan hanya akan setia jikalau dalam keadaan yang nyaman-nyaman saja. Apabila dalam keadaan susah, apakah masih akan bertahan? Jika pacaran adalah realisasi cinta yang sebenarnya, tentu tak akan ada hati yang patah dan otomatis telah di syariatkan di dalam agama islam kita.

Lalu bagaimana dengan orang yang malah sakit hati ketika telah berumah tangga? 

Saudariku, pernikahan itu sejatinya dapat mencegah seseorang dari berbuat sesuatu yang mungkar. Pernikahan dapat mencegah pandangan serta hawa nafsu yang terlampiaskan kepada seseorang yang bukan haknya. Adapun bagi mereka yang gagal dalam membangun rumah tangga, kita kembalikan kepada masing-masing pelaku. Loh kalau begitu, pacaran juga tergantung siapa yang menjalankannya dong?

Jika pernikahan dan pacaran sama-sama tergantung siapa yang menjalankannya, kenapa tidak di kembalikan lebih berdosa mana antara menikah dengan pacaran?

” Kalau si dia yang belum halal selalu begitu baik padamu, kalau tidak? Siapa yang bodoh, siapa yang hancur, dan siapa yang melarikan diri tidak ada yang bisa disalahkan. Semua salah karena menyalahi aturan samawi.”

Begitulah Allah, ketika memberi petunjuk bukanlah semata-mata untuk mengekang hambaNya.

Di dalam firmanNya surat Al Isra : 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

” Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Mengapa disini di sebutkan hubungan pranikah adalah bakal bibit perzinaan, mari simak siklus singkat berikut ini :
[ Mendekati zina ]

Tidak menjaga pandangan ➡ Suka ➡ Ajak kenalan ➡ Cocok ➡ Cinta ➡ Pacaran ➡ Pegangan tangan ➡ Bla.. Bla.. Bla.. ➡ Perzinaan

Itu tanda cintaNya. Allah tidak menginginkan hati yang telah di titipkan olehNya hancur sia-sia hanya karena orang-orang bodoh yang menganggap hubungan pranikah adalah lifestyle. Dosa kok di jadikan lifestyle. Yuk sama-sama kita hijrah ke jalanNya dan jauhi dosa berlabel lifestyle.

Posted by irnisseptiani.wordpress.com

First Blog

Bismillahirrahmaanirrahiim

Praise be to Allah subhaanahu wa Ta’ala, my first blog was begin to be what i called with a page of my stories. Bersyukur karena tentunya bersamaan dengan tertulisnya tulisan ini, Allah masih memberiku nikmat sehat serta nikmat iman yang tiada tara.

Tulisan ini dibuat sebagai muqoddimah blog yang nantinya akan menjadi wadah bagiku untuk bercerita, berbagi ilmu, berbagi kesan juga pesan kepada para pembaca. Harapannya tentu agar semua postinganku memberi sedikit inspirasi, manfaat serta sebagai ajang pengembangan kemampuan menulisku.

Dan sebagai penutup dari muqaddimah halaman blog ku, aku berpesan kepada para pembaca sekalian sebagai sesama manusia yang tidak mungkin lepas dari salah juga khilaf, apabila menemukan banyak kekurangan dari tulisanku atau media yang telah terpublish di dalamnya, ruang kritik dan saran terbuka lebar tentunya.

Jazaakumullahu khairal jazaa’

A little story

Beberapa hal memang menang ketika kita lewati tanpa mengeluh. Tapi lain hal dengan rindu. Entah kenapa orang yang gelagatnya serupa gedung pencakar langitpun bisa mengeluh di pojok ruangan seperti tumbang melebur ke dasar. Pipinya basah, air matanya tak memberi ruang padanya untuk terlihat kuat seperti biasanya, merindukan rumah yang meski hanya dua petak, merindukan ayah dan ibu walau waktu kecil dahulu tak pernah bosan memberi uang jajan seribu dua ribu rupiah atau bahkan sebiji uang logam lima ratusan saja. Ajaibnya, rindu selalu mampu membuat yang sederhana menjadi suatu kenyamanan yang tiada tara, menyatukan yang berpisah di dalam sebuah kata, menitik beratkan hati pada satu objek kerinduan. Ah benar, rindu selalu ajaib.. Dan aku tak mau paham bagaimana caranya menghilangkan rindu ketika kelak jauh dari rumah. Sederhananya, aku ingin selalu bilang “Bu, aku kangen “. Hanya itu.

18 hari sebelum hari itu tiba, walau agak sedikit hancur karena dalam sekali waktu ada pertemuan juga perpisahan. Pertemuan dengan yang selama ini aku harap “Segera yaa Rabb, segerakanlah” dan perpisahan dengan bapak ibu dan adik-adik serta rumah dan segala isinya.